Adi Wibowo: Masjid Khas Krampyangan Resmi Bisa Digunakan Untuk Kegiatan Ibadah, Manasik Haji dan Edukasi Anak Sekolah
Pasuruan-Pasline
Masjid Khas Krampyangan, yang terletak di kawasan Taman Makkah, Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Walikota Pasuruan Adi Wibowo, Senin (03/03/25) sore. Itu menandai masjid seluas 2600 m2 sudah bisa digunakan untuk kegiatan keagamaan oleh masyarakat.
Walikota Pasuruan Adi Wibowo mengatakan, Masjid Khas Krampyangan yang didesain seperti Masjidil Haram plus miniatur Ka'bah, sudah bisa digunakan untuk kegiatan ibadah sholat, manasik haji dan kegiatan edukasi agama untuk anak-anak sekolah.
"Masjid Khas Krampyangan awalnya akan diresmikan oleh Menteri Sosial RI, H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), namun beliau tidak bisa hadir karena ada rapat kabinet di Jakarta. Yang penting, mulai saat ini masjid tersebut sudah bisa digunakan untuk kegiatan keagamaan," jelas Adi Wibowo.
Lebih lanjut Adi Wibowo mengatakan, masjid yang menyerap dana sekitar Rp15 milyar, menggunakan BK (bantuan keuangan) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, merupakan awal dari pada pembangunan taman tematik Makkah yang nantinya akan terintegrasi dengan taman tematik lainnya.
"Ada empat Sekmen pembangunan taman tematik, yakni, Taman Makkah, Taman Olahraga,Taman Bermain Anak, dan Taman Agro. Harapannya dengan dibangunnya taman tematik terintegrasi, bisa menambah prestasi olahraga , menjadi tempat rekreasi dan memperkuat spiritual kita karena semuanya diawali dari spiritual," ucap Mas Adi, panggilan akrab Adi Wibowo, dirumah dinasnya, Senin (03/03/25) malam.
Dia menambahkan, pembangunan taman tematik terintegrasi sudah berjalan. Diawali pembangunan Taman Makkah yang sudah dimulai tahun 2024 lalu, kemudian dilanjutkan pembangunan Taman Olahraga, Taman Bermain Anak dan pembangunan Taman Agro. Seluruhnya diperkirakan akan menelan dana sebesar Rp 80 milyar bersumber dari BK Provinsi Jawa Timur. "Semua dana bersumber dari BK Provinsi Jawa Timur dan tidak menggunakan dana dari APBD Kota Pasuruan sama sekali. Rencananya pembangunan akan selesai pada tahun 2027 nanti," terang Mas Adi.
Salah satu alasan dibangunnya taman tematik terintegrasi, menurut Mas Adi, karena pemerintah Kota Pasuruan harus membuat terobosan pembangunan. Alternatifnya adalah membangun kawasan wisata terintegrasi. Pembangunan taman tematik terintegrasi menambah episode pembangunan kawasan wisata. Sebelumnya sudah ada wisata Payung Madinah yang terintegrasi dengan Masjid Jami' Al Anwar sebagai pendukung wisata religi Makam KH. Abdul Hamid.
"Pasuruan adalah kota kecil di pesisir utara Pulau Jawa. Kita ingin mengembalikan kejayaan dimasa lampau sebagai pusat perdagangan dan jasa. Tapi berat rasanya kalau hanya sektor tertentu saja dan kita harus menambah sektor yang lain sebagai alternatif, yakni membangun kawasan wisata terintegrasi," ucapnya.
Terwujudnya kawasan taman tematik sebagai kawasan wisata terintegrasi, lanjut Adi Wibowo, karena digagas atau diinisiasi oleh Walikota Pasuruan sebelumnya, Gus Ipul (Saifullah Yusuf) dan diwujudkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
"Saya ucapkan terimakasih kepada menteri sosial, Bapak H Saifullah Yusuf, beliau pernah berjuang merajut mimpi menuju kota Madinah, dari kota transit menuju kota wisata, dari payung Madinah hingga taman Makkah. Ini belum di resmikan sudah viral di medsos. Semua itu tidak luput dari pemikiran kita ,dan Gus Ipul mengawali pendirian taman Makah ini, kemudian diwujudkan oleh oleh Ibu Khofifah Indar Parawansa, saya ucapkan terimakasih kepada ibu Khofifah, " tutup Adi Wibowo.
Reporter: Prabowo
Komentar
Posting Komentar
Anda tulis penawaran dan cantumkan nomor HP/email. Jika perlu informasi tambahan, tulis di sini